bp_banner

Waktu Sholat

    Waktu Sholat hari ini di
    ....

Berlangganan

Masukkan alamat email Anda
untuk menerima update konten terbaru.

Privacy guaranteed. We'll never share your info.

PGRI tak Ingin Guru Terkotak-kotak
PGRI tak Ingin Guru Terkotak-kotak

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tak ingin melihat para guru berkelompok-kelompok atau terkotak-kotak dalam upaya membangun pendidikan yang lebih berkualitas.

“PGRI adalah organisasi yang menaungi para guru sekaligus wadah pemersatu,” kata Ketua Umum PB PGRI, Sulistyo melalui sambutan tertulis dibacakan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar Khairil Anwar, di Martapura, Kamis (24/11).

PGRI sangat menginginkan guru berada dalam satu persatuan, tidak terpecah belah dalam berbagai kelompok, organisasi, asosiasi, ikatan, maupun forum, ujarnya di depan 3.000 guru pada peringatan HUT PGRI ke-66 dan Hari Guru.

Ia mengatakan, guru mengemban peran strategis membangun karakter bangsa sehingga harus mampu meningkatkan kinerjanya untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu dimulai dari organisasi guru yang kuat yakni PGRI.

PGRI menyadari untuk membangun pendidikan yang bermutu, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta memperjuangkan kepentingan guru, dosen, tenaga kependidikan, diperlukan kekuatan dan kebersamaan.

“Kekuatan dan kebersamaan itu hanya bisa diwujudkan melalui wadah yang mampu menyatukan para guru sehingga bisa menjalankan tugas dan perannya sebagai tenaga pendidik yang profesional,” ungkapnya.

Disisi lain, kata dia, PGRI juga terus mendorong pemerintah untuk menetapkan upah minimum bagi guru non PNS sehingga kesejahteraan mereka dapat lebih meningkat.

Ketua Umum PB PGRI juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat maupun daerah karena dipenuhinya usulan-usulan organisasi guru itu sehingga tetap komitmen mengawal dan memperjuangkan kebijakan pemerintah.

Ia juga berpesan kepada dosen dan tenaga kependidikan agar mengamalkan jati diri PGRI dengan selalu meningkatkan komitmen dan profesionalisme untuk memberikan layanan terbaik kepada peserta didik dan masyarakat.

Sementara Ketua PGRI Kabupaten Banjar, Taufikurrahman SPd mengatakan, peringatan HUT PGRI ke-66 dan Hari Guru 2011 diikuti sekitar 3.000 guru dari 4.000 guru yang ada di kabupaten setempat.

“Kegiatan ini juga sebagai ajang silaturrahim dan reuni guru disamping semarak dengan berbagai atraksi pelajar seperti tarian dadap rahayu, kuda gepang, wayang orang, sinoman hadrah, drumband, dan karate,” ujarnya.

Kegiatan itu juga diisi penyerahan penghargaan bagi guru berprestasi pada lomba Forum Ilmiah Guru 2011 Tingkat Kabupaten Banjar yakni Ganiati SPd, Guru SDLB Negeri Sungai Pinang sebagai Juara I, Gusti Wildayani SPd dari SMP Negeri 1 Martapura, dan Maria Ulfah SPd, guru SMP Negeri 6 Martapura.

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
  • Facebook
  • Twitter
  • E-Mail


3 Comments
  1. … [Trackback]…

    [...] Find More Informations here: bintangpelajar.com/pgri-tak-ingin-guru-terkotak-kotak [...]…

  2. I simply want to say I’m all new to blogging and site-building and truly liked your website. Probably I’m want to bookmark your blog . You actually have perfect articles. Thanks a bunch for revealing your blog site.

  3. … [Trackback]…

    [...] Informations on that Topic: bintangpelajar.com/pgri-tak-ingin-guru-terkotak-kotak [...]…

 
.:: Selamat Datang di Website Resmi BINTANG PELAJAR, Situsnya Para Pelajar Berprestasi!  |  Telah DIBUKA PENDAFTARAN SISWA BARU Tahun Ajaran 2011/2012, SEGERA DAFTAR! ::.