Akhlak yang mulia adalah buah dari aqidah yang benar. Akhlak yang mulia terdiri dari 3 hal yaitu:
a. Akhlak kepada Allah
Maksudnya adalah beribadah hanya kepada Allah saja dan tidak berbuat syirik (menyekutukan Allah) dengan sesuatu pun. Ini adalah akhlak seseorang kepada Allah, Tuhan alam semesta.
b. Akhlak kepada Rasulullah Muhammad shalallahu alaihi wasallam
Maksudnya adalah ittiba' atau mengikuti petunjuk Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam dan tidak mengamalkan suatu peribadatan yang tidak dicontohkan oleh Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam.
c. Akhlak kepada sesama manusia
Akhlak kepada manusia mencakup akhlak kepada kedua orang tua, guru, tetangga, teman, sesama muslim dan kepada non muslim.
Diantaranya akhlak yang mulia yaitu:
Ikhlas dalam belajar dan beramal, serta takut berbuat riya/pamer amal, jujur dalam segala hal dan menjauhkan dusta/berbohong, bersungguh-sungguh dalam menunaikan amanah dan tidak khianat, berusaha meninggalkan segala bentuk kemunafikan, lembut hatinya, banyak mengingat mati dan akhirat serta takut terhadap akhir kehidupan yang buruk, banyak berdzikir kepada Allah dan tidak berbicara yang sia-sia, tersenyum kepada sesama muslim, tawadhu (rendah hati) dan tidak sombong, banyak bertobat, beristighfar (memohon ampun) kepada Allah baik di siang hari maupun malam hari, bersungguh-sungguh dalam bertaqwa kepada Allah dan tidak mengaku sebagai orang yang bertaqwa, serta senantiasa takut kepada Allah, sibuk dengan aib (kekurangan/cela) diri sendiri dan tidak sibuk dengan aib orang lain serta selalu menutupi aib orang lain, menjaga lisan, tidak suka ghibah (membicarakan aib sesama muslim), malu, tidak iri/dengki dan tidak berburuk sangka kepada sesama muslim dan berani menyampaikan kebenaran.
Keseluruhan akhlak tersebut mengacu kepada akhlak Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam sebagaimana firman Alllah:
"Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berada di atas akhlak yang mulia" (Al Qolam : 4)